Sabtu, 19 Juli 2014

Jawaban dari Al Quran

ALLAHU AKBAR !! Ternyata kehancuran gedung WTC sudah tertulis dalam Al Qur'an.
Siapa sangka Kejadian 11 september 2001 ini terdapat dalam Al- Quran.
Ternyata Allah telah memberikan kabarnya 14 abad yang lalu tanpa diketahui oleh manusia. Ini adalah salah satu mukjizat Al-Qur’an yang telah membuktikan kejadian pada masa yang akan datang. Tragedi WTC ada dalam Surah At-Taubah ayat 109 : Terjemahan “Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang- orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang Zalim.” Disitu disebutkan keruntuhan sebuah bangunan karena yang mendirikannya adalah orang -orang yang zalim.
Pada Surah At-Taubah di atas telah disebutkan kata ditepi jurang yang runtuh yang dalam arabnya “JURUFIN HAR”. ulama tafsir dulu menterjemahakan kata ini sebagai “tepi jurang yang runtuh” ternyata 14 abad kemudian kata tersebut menjadi nama sebuah jalan dikota New York tempat berdirinya WTC, yaitu : Jalan JERF HAR. Subhanallah !! Kita ingat kejadian Gedung WTC runtuh pada tanggal 11-9-2001. Mari kita lihat beberapa kesamaan (yang mestinya bukan hanya kebetulan semata-mata ) :
1. Tanggal 11 adalah tanggal terjadinya tragedi WTC, apakah suatu kebetulan bila surat At Taubah terletak pada juz ke 11.
2. Bulan terjadinya tragedi itu adalah bulan September (bulan ke 9) , apakah secara kebetulan jika
surat At Taubah berada pada urutan ke 9 dari Alquran.
3. Tahun terjadinya tragedi itu adalah tahun 2001 , apakah secara kebetulan pula bila jumlah huruf
dalam surat At Taubah terdiri dari 2001 huruf.
4. Jumlah tingkat di gedung WTC ada 109 tingkat, sekali lagi apakah mungkin kebetulan – berulang
sampai 4 kali – bila hal tersebut sudah tertulis dalam Surah At Taubah ayat 109 .
SubhanAllah, Maha Suci Allah dan sungguh benar Muhammad adalah Rasul-Mu ! Sungguh benarlah
firman-Mu : “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda ( kekuasaan) Kami di segenap penjuru langit dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahawa Al Qur’an itu adalah benar. (Al Qur’an, surah Al Fushshilat 53) Maha benar Allah dengan segala firman-Nya. Allahu Akbar !
” Wallahu a’lam bisshawab

Sabtu, 19 April 2014

WUDHU ITU PEMBERSIH JIWA

Pada Saat Wudhu, Ucapkanlah Perkataan Ini Didalam Hati

1. Ketika Membasuh Tangan, Ucapkanlah Basmalah

2. Ketika Berkumur, Ucapkanlah "Ya Allah Jauhkan Lidahku Dari Perkataan Yang Tidak Bermanfaat"

3. Ketika Membasuh Hidung, Ucapkanlah "Ya Allah Berilah Aku Ke-bau-an Surga"

4. Ketika Membasuh Wajah, Ucapkanlah "Ya Allah Jauhkanlah Wajahku Dan Wajah Kedua Orang Tuaku Dari Api Neraka"

5. Ketika Membasuk Tangan Dan Siku, Ucapkanlah "Ya Allah Jauhkan Tanganku Dari Kemaksiatan"

6. Ketika Mengusap Kepala, Ucapkanlah "Ya Allah Jauhkan Kepala Ku Dan Kepala Kedua Orang Tua Ku Dari Api Neraka, Serta Jauhkan Kami Dari Pikiran Maksiat"

7. Ketika Membasuh Telinga, Ucapkanlah "Ya Allah Jadikanlah Telinga ku Selalu Mendengar Hal Yang Baik"

8. Ketika Membasuh Kaki Dan Mata Kaki, Ucapkanlah "Ya Allah Permudahlah Kaki Ku Dan Kaki Kedua Orang Tua Ku Melintasi Titian Shiratul Mustaqim Di Akhirat Kelak"

Lakukanlah Hal Berikut, Insya ALLAH Dikabulkan Oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala

Rasulullah shallallahu álaihi wasallam bersabda : “Barang siapa Menunjukkan kepada Kebaikan. Maka ia memperoleh Pahala yang sama seperti yang melakukan atau mengamalkan Kebaikan itu.” (HR. Muslim, Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Insya Allah bermanfa'at ^^

KISAH SI DETIK

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya.

"Hai jam, apakah kamu sanggup berdetak 31,104,000 kali selama setahun?" "Ha?", kata jam terkejut, "Mana sanggup saya?"

"Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?"

"Sebanyak itu? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?", jawab jam penuh keraguan.

"Bagaimana kalau 3.600 kali dalam satu jam?"

"Dalam satu jam 3.600 kali? Banyak sekali itu", jawabnya dengan ragu.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian berbicara kepada si jam, "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?"

"Nah, kalau begitu, aku sanggup!", kata jam dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik.

Tanpa terasa, detik demi detik berlalu dan jam itu sangat luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti sebanyak 31.104.000 kali.


Hikmah yang dapat diambil dari cerita tersebut adalah ada kalanya kita ragu dengan tugas yang begitu berat. Namun, sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu, jangan pernah kalah sebelum berperang.

Minggu, 23 Februari 2014

LIRIK LAGU SASAMBO

MUSIK MUSIK SASAMBO
SUKU SASAK SAMAWA MBOJO
GENDANG BELEQ REBANA SAKECO
BIOLA GAMBO PINAQ ITE NGIGEL

MUSIK MUSIK SASAMBO
SUKU SASAK SAMAWA MBOJO
GENDANG BELEQ REBANA SAKECO
BIOLA GAMBO PINAQ ITE NGIGEL

MUSIK MUSIK SASAMBO
MUSIK MUSIK SASAMBO

SESAI PELANGAN TURIT IRAMA SASAMBO
SOPO DUE TELU KEEMPAT
TU GOYANG RAPINA KE TOHA
MAITA KADIHI ADE
KAMBORA SUSA RA DADRURA
TASAMA RAWA RO PATU
TENGGO JASMANI ROHANI

NGIGEL KIDUNG IRAME SASAMBO...

Rabu, 27 November 2013

LAGU-LAGU NASIONAL

INDONESIA RAYA                                                   W.R. SUPRATMAN

Indonesia tanah airku
tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku

Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negeriku
Bangsaku rakyatku
Semuanya..

Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
Untuk Indonesia raya

Indonesia raya merdeka-merdeka
tanahku negeriku yang ku cinta
Indonesia raya medeka-medeka
hiduplah Indonesia Raya....    (2 kali)


BAGIMU NEGERI
Padamu negeri, kami berjanji
Padamu negeri, kami berbakti
Padamu negeri, kami mengabdi
Bagimu negeri, jiwa raga kami...

HYMNE GURU
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan ku ukir di dalam hatiku
Sbagai prasasti trimakasihku tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
tanpa tanda jasa

SYUKUR
Dari yakinku teguh
hati ihlas ku penuh
Akan karuniamu
Tanah air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan kehadiratmu Tuhan

HALO-HALO BANDUNG
Halo-halo Bandung, Ibu kota periangan
Halo-hali Bandung, kota kenag-kenangan
Sudah lama beta tidak berjumpa dengan kau
Sekarang telah menjadi lautan api
Mari Bung rebut kembali


Afwan,, hanya ini dulu yang bisa dishare..
berhubung lagu-lagu yang lain masih banyak yang belum ditampilkan, mungkin yang lainnya itu bisa dishare di lain waktu :)

Minggu, 24 November 2013

MY IDENTITY

NAMA LENGKAP      : INDAH TIARA FEBRIYANTI
NAMA PANGGILAN  : INDAH
KELAS                         :  XI IPA 1
NO. PRESENSI           : 16
AGAMA                       : ISLAM
JENIS KELAMIN        : PEREMPUAN
TTL                               : PRAYA, 04 FEBRUARI 1997
ALAMAT                      : KULAKAGIK_PRAYA
HOBI                             : SHALAT, MAKAN, BELAJAR, NONTON TV, TIDUR, MAIN_MAIN
CITA-CITA                   : GURU :)
MOTO HIDUP              : ALLAH DULU, ALLAH LAGI, ALLAH TERUS
SEKOLAH                    : SMAN 1 PRAYA


TEMAN DEKAT SYA DARI SD SAMPAI SMA   : BAIQ EVI WAHYUNINGSIH, HILMI ASYARI, ISDANI JUMIANTI HIKMATILLAH, LALE YOMI SAFITRI, LULUK APRIYANI, NOPIA RIZKY SABELLA, EKA FITRIANI, NURFADILAH, BAIQ YULIA MAULINDA, SOFIAN HARDIANSYAH, NUZLAH IKA FATMI, FITRI SADRI, BAIQ RIKA AMALIA MEDINA, ELIANA NATARINA, NUR AZIZAH ILHAMIAH, DAN MASIH BANYAK LAGI YANG LAIN, TAPI HANYA ITU YANG BISA SAYA SEBUTKAN.....


Sabtu, 23 November 2013

TARI RUDAT


Tari Rudat Lombok
Tari Rudat adalah sebuah tari tradisional yang masih banyak terdapat di Pulau Lombok.Dibawakan oleh 13 penari yang berdandan mirip prajurit.Berbaju lengan panjang warna kuning, celana sebatas lutut warna biru, berkopiah panjang mirip Aladin warna merah yang dililit kain warna putih atau biasa disebut tarbus.Mereka dipimpin oleh seorang komandan yang mengenakan kopiah mirip mahkota, lengkap dengan pedangdi tangan.Biasanya tarian ini dibawakan pada saat upacara khitanan, katam Al Quran, Maulid Nabi peringatan Isra Mi’raj, dan peringatan hari-hari besar Islam lainnya.
Pada awalnya, tari rudat tumbuh dan berkembang di pesantren sebagai sarana dakwah.Seiring berjalannya waktu, tarian ini menjadi tarian rakyat.Tak heran, kita pun bisa dengan mudah menjumpainya di daerah Kuningan, Banten, Lampung, bahkan di Karangasem Bali.
Tari Rudat ditarikan sambil menyanyi dengan lagu yang melodi dan iramanya seperti lagu melayu.Syairnya ada yang berbahasa Arab dan ada pula yang berbahasa Indonesia. Tari Rudat diiringi sejumlah alat musik rebana yang terdiri dari jidur, rebana, dap, mandolin dan biola. Gerak tarian rudat merupakan  gerak seni bela diri pencak silat yang menggambarkan sikap waspada dan siap siaga prajurit Islam tempo dulu.
Itulah sebabnya, mereka banyak menggunakan gerakan tangan dan kaki. Kadang tangan diayun kiri kanan, kadang mirip gelombang, tapi di saat lain mereka melakukan gerakan memukul dan menendang.
Sesungguhnya asal-usul kesenian rudat sampai saat ini masih belum begitu jelas.Sebagian berpendapat, bahwa kesenian rudat ini merupakan perkembangan dari zikir zaman dan burdah, yaitu zikir yang disertai gerakan pencak silat.Burdah adalah nyanyian yang diiringi seperangkat rebana ukuran besar.
Pendapat lain mengatakan, konon tari ini berasal dari Turki yang masuk bersama penyebaran agama Islam di Indonesia pada abad XV. Itulah sebabnya, tarian ini kentara sekali warna Islamnya, terutama dalam lagu dan musiknya.Di Lombok Timur dapat kita jumpai dan saksikan hampir di semua Kecamatan.
Secara terminologi, rudat berasal dari kata “raudhah” yang berarti taman bunga. “Raudhah” juga digunakan untuk menyebut taman nabi yang terletak di masjid Nabawi, Madinah. Jumlah pemain tari rudat dibatasi jumlahnya, berkisar antara 12 sampai 24 orang, mulai dari penabuh waditra, penari, dan penyanyi.

Menurut H. Hassanul Basri (42), salah satu tokoh penggerak rudat di Labuhan Haji, pertunjukan rudat terdiri dari tiga bagian, yakni:

a. Pembukaan ucapan tabik (hormat/permisi), yang di antaranya berbunyi:
Tabik tuan-tuan, tabik nona-nona, mulailah bermain di hadapan tuan-tuan melihat keramaian...

b. Bersalawat (puji-pujian kepada nabi), petikannya:
E...Allah hibismillah
Loh... Allah ya Allah
Ya... Allah hu...
c. Penutup (permintaan maaf kalau ada salah laku dan ucap selama menari).
Masih menurut Basri, rudat secara terminologi berasal dari kata raudah, yaitu taman nabi yang terletak di masjid Nabawi, Madinnah.
Mami Satriah (40), tokoh rudat lainnya di Lombok Timur menambahkan, rudat itu merupakan gabungan antara burdah dan saman.Burdah, adalah syair yang diiringi rebana, sedang saman adalah gerakan-gerakan yang diiringi zikir tanpa musik.
Zikir saman, menurut Mami memiliki tahapan.Tahapan pertama, biasanya menceritakan masalah haji.Tahap kedua, melakukan gerakan mirip askar (tentara).Gerakan ketiga, ujngkapan kegembiraan.Dalam rudat, imbuh Mami, biasanya yang dipakai adalah tahapan kedua.

Rudat Banten
Seni rudat mulai ada dan berkembang di Banten pada masa pemerintahan Sinuhun Kesultanan Banten II, Pangeran Surosowan Panembahan Pakalangan Gede Maulana Yusuf (1570-1580 M).
Tidak banyak yang mengetahui seluk beluk tari rudat, karena hanya sedikit sesepuh yang masih hidup sampai sekarang.Di samping itu, naskah yang berisi sejarah rudat dan nilai-nilai filosofis rudat pun hanya dimiliki oleh satu sampai dua orang.Salah satunya merupakan anak dari mendiang pemilik naskah yang menjadi sesepuh di Banten.
Namun demikian, warga Banten meyakini bahwa rudat sebetulnya jurus silat yang dikembangkan menjadi tarian, diiringi musik dan shalawat.Seni tradisional Banten ini menjadi rangkaian utama, tatkala Kesultanan Banten mengadakan hajat besar atau dalam acara penyambutan tamu kehormatan yang berasal dari mancanegara.
Pasang surut Seni rudat Banten sangat erat kaitannya dengan sejarah Kesultanan Banten.Saat kedatangan Belanda, Seni rudat malah terkubur.Yakni pada masa kepemimpinan Sinuhun Kesultanan Banten IV, Pangeran Panembahan Maulana Abdulmufakir Mahmudin Abdul Kadir (1596-1651 M).
Seni tradisional khas Banten ini benar-benar dilarang Belanda.Karena dicurigai sebagai ajang untuk mengumpulkan masa, berlatih bela diri, dan menghimpun kekuatan untuk menentang Belanda.
Kemudian Syekh Nawawi al-Bantani membangkitkan kembali tari rudat lewat muridnya yang berasal dari Sukalila, bernama Kyai Sulaiman.Sejak itu, rudat dijadikan media penyebar ajaran agama Islam. Sampai kini, tari rudat diwariskan secara turun-temurun selama lima generasi di desa Sukalila.
Desa Sukalila merupakan induk dari beberapa kelompok seni rudat.Di sinilah seni rudat asli Banten berakar dengan kuat.Warga desa ini menjadi satu dengan tradisi rudat. Mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia gemar memainkan kesenian tradisional khas Banten ini.

Syair Rudat
Yang paling menonjol dalam pementasan seni rudat adalah perpaduan unsur tari, olah kanuragan, dan shalawat.Pementasan diawali dengan lantunan shalawat As-Salam yang mengiringi masuknya penari.Selanjutnya, mereka menari diiringi musik dan lantunan syair rudat, yang diyakini sebagai peninggalan ulama Banten saat melakukan penyebaran agama Islam.
Syair yang biasa digunakan untuk mengiringi penari rudat di antaranya adalah Thalab-Naba, Khasbiyun,Ya khayyu ya Qayyum. Syair utamanya adalah Shalawat As-Salam, Khasbiyyun, Ya Khayyu Ya Qayyum, dan Shalawat Penutup yang akan mengiringi penari rudat keluar.
Jika diresapi secara mendalam, syair rudat memiliki makna batin yang kuat. Misalnya syair, “Ya Khayyu ya Qayyum, La khaula wa laa quwwata illa billahi aliyyil adzim.” Syair ini memiliki arti bahwa tiada daya dan upaya tanpa hidayah dan izin Allah.
Syair rudat mengisyaratkan munajat dan kepasrahan total akan keterbatasan manusia. Gerakan tariannya juga demikian, tiap tembang yang dilantunkan akan memiliki gerakan yang berbeda.
Tidak ada prosesi khusus yang dilakukan sebelum mementaskan rudat. Beberapa hal yang harus dimiliki oleh pemain rudat adalah tekun berlatih, ketulusan hati, dan kebersihan batin. Selanjutnya, secara khusus semua penabuh alat musik (pemusik), penari, dan pelantun tembang harus dikasih ijazah oleh sesepuhnya.
Kini, tarian Rudat banyak ditampilkan pada upacara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra’ Mi’raj, Khataman Al-Qur’an, gebyar Muharam, Hari Raya Idul Fitri, dan Hari besar Islam lainnya.Atau dipertunjukkan dalam acara hiburan di lingkungan pesantren, upacara perkawinan, dan khitanan. Karena memang, norma agama akan menjadi kering tanpa tradisi, seni, dan budaya.